Ilmunesia - Ini Kunci Keberhasilan E-commerce Menurut Bos Facebook Asia Tenggara

Ini Kunci Keberhasilan E-commerce Menurut Bos Facebook Asia Tenggara

Ini Kunci Keberhasilan E-commerce Menurut Bos Facebook Asia Tenggara

ilmunesia.com – Deepesh Trivedi, Head of Retail dan E-commerce Facebook Asia Tenggara, melalui sebuah siaran pers mengungkap beberapa hasil riset Facebook mengenai perilaku belanja online khususnya di Asia Tenggara.

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan TNS untuk Facebook, salah satu faktor pendukung pertumbuhan industri e-commerceadalah pembeli menggunakan perangkat mobile untuk mengakses jejaring sosial, seperti Facebook, sebagai sebuah platform untuk menemukan produk, informasi dan rekomendasi saat sedang melakukan belanja online.

Pengguna e-commerce melakukan belanja online karena harga, kemudahan dan informasi, sesuai dengan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Facebook setelah melakukan interviewdengan 1000 orang Indonesia yang gemar berbelanja online.

Ketika pembeli online di Indonesia menggunakan ponsel dan desktop secara bergantian saat melakukan pembelian online, smartphone menjadi alat yang paling sering digunakan untuk mencari produk (62%), melakukan riset sebelum membeli (55%) dan melakukan pembayaran (49%).

Di antara semua jejaring sosial, Facebook merupakan jejaring sosial yang paling sering digunakan setiap harinya (78%) dan Facebook juga berfungsi sebagai pasar sosial. Di Facebook, lebih dari 40% pembeli online di Indonesia mencari informasi produk atau membaca sebuah rekomendasi, yang membuat mereka berminat untuk membeli dan kemudian melakukan pembelian.

Lazada dan Batik Kultur adalah dua contoh perusahaan besar dan kecil yang berhasil meningkatkan penjualan dengan memanfaatkan kebiasaan para konsumen tersebut. Kedua perusahaan memanfaatkan Facebook untuk mengakomodasi interaksi dengan para pembelinya.

Start-up Indonesia Batik Kultur menggunakan Facebook sebagai saluran pemasaran online utama untuk mendorong penjualannya. Butik online yang sebelumnya hanya menggunakan profil Facebook, kemudian membuat Page untuk memperluas fiturnya sehingga mereka dapat membangun interaksi dengan konsumen mereka dan di saat yang sama mereka juga dapat mengembangkan pasarnya.

Lazada.com juga menggunakan Facebook untuk mengembangkan konsumen dan penjualannya. Dimulai dari membuat Page untuk terhubung dengan pelanggan di Facebook, dan juga menjangkau audiens yang lebih luas dengan biaya yang tidak terlalu mahal dengan berbagai jenis iklan melalui fitur targeting seperti Custom Audiences dan Lookalike Audiences. Lazada berhasil menjangkau 80% populasi pasar online di Indonesia.

Menurut Trivedi, kunci keberhasilan yang bisa dilakukan oleh e-commerce lainnya untuk mengikuti jejak kedua perusahaan itu adalah:

Jangkau pelanggan dengan Page Facebook.

Facebook adalah media sosial terbaik bagi pembeli online di Indonesia dan memiliki keberadaan di platform ini bisa mendorong kesadaran orang akan produk atau layanan yang ditawarkan bisnis Anda.Facebook Page dirancang khusus untuk semua skala bisnis untuk mendapatkan pelanggan baru sekaligus mempertahankan keterhubungan dengan pelanggan yang sudah ada. PadaPage, bisnis bisa menampilkan produk dan layanan mereka, selain berkomunikasi, beriklan, dan mendorong penjualan pelanggan lama dan baru menggunakan tombol call-to-action. Dengan menggunakan Page Insights, bisnis juga dapat memahami lebih baik pelanggan mereka dan menawarkan konten yang lebih relevan.

Melengkapi pengalaman di desktop dengan ponsel.

Pengguna ecommerce di Indonesia lebih sering berbelanja di ponsel dibandingkan di desktop, terutama dalam hal mencari produk. Mengadopsi pendekatan pemasaran yang terfokus pada ponsel, bisnis harus menyesuaikan pengalaman berbelanja melalui ponsel, dan menargetkan iklan pada ponsel. Membagikan konten kreatif dengan memilihkonten yang sederhana, gambar yang menarik dengan warna-warna yang menonjol di News Feed.

Menulis pesan bisnis yang singkat dan jelas untuk memperkenalkan produk dan layanan dengan cepat dalam rangka mendorong kesadaran akan eksistensi sebuah bisnis di benak konsumen atau mendorong pelanggan melakukan tindakan pembelian.

Menargetkan pelanggan loyal dan pelanggan baru berdasarkan database.

Dengan Custom Audience pada Facebook, bisnis dapat membuat daftar target audience pada Facebook berdasarkan pelanggan yang sudah ada, dan menjangkau mereka dengan produk dan promosi terbaru ketika mereka mencari produk di Facebook.

Bisnis juga dapat menemukan calon pelanggan di Facebook dengan menggunakan Look Alike Audience, yang memungkinkan bisnis untuk menjangkau pelanggan yang hampir serupa dengan pelanggan yang sudah ada, untuk meningkatkan kesadaran akan brand dan mendorong konversi dengan iklan Facebook.

 

Foto : Istimewa
Sumber : http://www.marketing.co.id/ini-kunci-keberhasilan-e-commerce-menurut-bos-facebook-asia-tenggara/

 

LEAVE A COMMENT